Bermimpi atau Bercita-cita
Hello.....
Selamat datang kembali, sobquee. Kali ini saya akan bercerita sedikit mengenai:
Mimpi vs Cita-Cita
Dua kata yang jika diterjemahkan memiliki arti yang sama.
Dua kata yang jika ditranslatekan memiliki terjemahan yang sama.
Namun, apakah pengaplikasiannya juga selaras? Menurut saya, TIDAK!
Pasti pembaca berpikir kenapa bisa tidak selaras? Ayo kita mulai membahas.
Argumen itu berawal dari sebuah pemikiran berasal dari guru saya semasa SMA. Beliau mengajar mata pelajaran Kimia namun, disela-sela membawakan materi tidak pernah lepas dari cerita motivasi darinya mulai dari perantara sindiran langsung maupun tidak langsung. Beliau tidak pernah henti-hentinya menyadarkan kami siswanya akan metode belajar kami yang salah. Yah benar, kelasku tergolong kelas unggulan pertama selama beliau mengajar yang berisikan siswa-siswa dengan metode belajar yang salah pada pandangannya. Dan menurutku itu benar dan fakta. Mengapa? Semua itu karena mayoritas dari kami belajar menunggu intruksi tanpa punya niat dari awal. Belajar hanya saat di kelas/sekolah dan saat pulang yaa santuy, belajar hanya saat ada ulangan/ujian esoknya. Hingga membuat guru kami melontarkan suatu kalimat
"Jika kalian punya mimpi, sebaiknya cepat bangun. Dan ingat! MIMPI dan CITA-CITA ITU BERBEDA". Kalau kalian terus-menerus bermimpi, kapan bangunnya? Persaingan di luar tidak membutuhkan orang yang banyak bermimpi namun orang yang punya cita-cita.Dan orang seperti kalian sudah pasti tidak akan bisa bersaing jika metode kalian tidak diubah.
Menyakitkan? yaa pasti namun dari sinilah dapat menyadarkan bahwa cita-cita adalah sebuah mimpi yang dibarengi dengan usaha dan doa.
Lantas apa faedahnya membahas itu?
Berfaedah ataupun tidak, semua tergantung pada pembaca. Disini penulis hanya ingin menegaskan bahwa kalian boleh bermimpi sebanyak apapun namun, mimpinya jangan sampai terlena. Ubahlah mimpi menjadi cita-cita. Ubahlah cita-cita itu hingga terwujud. Karna efek dari terwujudnya satu saja cita-cita dari sekian banyak cita-cita kalian, akan memberi dampak positif yang banyak bagi orang-orang terdekat kalian. Akan memberikan kebahagiaan, bukan hanya diri sendiri namun seluruh elemen orang-orang yang menyayangi kalian terlebih khusus Orang Tua.
Kok penulis sok bijak sih?
Hahaha disini saya bukan ingin sok bijak, teman-teman. Saya tidak punya arah perasaan/pikiran kesitu. Disini saya hanya meluangkan segala pemikiran saya, meluangkan hobi saya dan berharap mendapat tanggapan positif oleh pembaca.
Akhir kata, Terima kasih telah membaca.
Semangat mewujudkan cita-cita kalian. Ingat Tuhan, ingat Orangtua, semoga selalu dilancarkan segala proses kita. Aamiin :)
Sampai jumpa pada bacaan selanjutnya.


Kerwen,,,motipasii bet😇
BalasHapusKerwennnn
BalasHapusUww syukak
BalasHapusBehh termotivasi ku May😁
BalasHapus