Rayn Bercerita: Lisan Tak Mampu, Sikap Bertindak

Hello kamu yang sedang membaca😊
Salam literasi.

Sebelumnya, bisa dibilang ini adalah kali pertamaku menulis blog.
Aku akan berbagi sebuah karya literasi, sebuah cerpen narasi yang mungkin belum mengandung unsur sastra yang sesungguhnya. Sebab aku masih sebagai seorang pemula.

Selamat Membaca!


Lisan Tak Mampu
Sikap Bertindak

Apa yang kalian pikirkan tentang rasa, perasaan? Apakah kalian lebih sering menunjukkan perasaan itu lewat lisan ataukan dari tindakan? Bagaimana hasilnya? Yang jelas semua itu, hanya kalian yang mengetahuinya.

Perasaan yang awalnya timbul dari sebuah rasa. Rasa yang hambar kini menjadi sempurnah kemudian dikirim untuk membentuk sebuah perasaan bagaikan double helix. Ya! Mungkin itu semacam kekonyolan belaka. Namun, itulah logikanya.

Tepat tahun lalu, kiriman itu tiba ditujuan. Mengisi kekosongan, menutupi kesepian dan membuka semangat baru. Aku yang polosnya sangat merasa gembira kala itu, sebab kiriman itu telah tiba padaku. Hari-hari pun ku lewati dengan perasaan yang sama. Bagaikan Benua Eropa telah tiba musim semi. Tanaman bunga tumbuh bermekaran di sepanjang kota. Seperti itulah diriku saat itu.

Lalu, apa yang terjadi selanjutnya?

Dia adalah sumber atas perasaan yang ada. Namun, dia juga menjadi sumber rusaknya jalan penghubung perasaan itu agar tetap mengalir deras hingga ke hilir. Kini dia menampakkan wujud aslinya, dia bahkan bersikap acuh dan cuek terhadapku. Retak, hancur, roboh, seakan baru saja dihempas siklon tropis. Aku bingung apa yang harus ku lakukan agar kembali seperti biasa. Dimana akses jalan tol masih tetap mulus dilalui.

Tiba-tiba muncul seseorang tokoh yang sangat aku kagumi dilayar gambar teknologi zaman now. Beliau menyampaikan sebuah motivasi yang sangat berarti bahwa “Dalam hidup ini saya memiliki mental seperti orang yang bermain sepeda, bila saya tidak mengayuh sepeda maka saya akan jatuh, jika saya berhenti bekerja maka saya mati.” 

Aku berdiri bangkit, memperbaiki semuanya. Perjalanan masih panjang. Ku perlukan akses yang baik. Masa depan cerah akan datang. Aku tak mau merusak akses masa depanku dengan hanya berkabung bersama masa laluku yang suram. Aku juga percaya akan ada sosok  lebih baik kelak nanti.

Rasa pedih terobati dengan prestasi Best Teory dari sebuah perlombaan riset. Dia datang memberi ucapan. Aku hanya tersenyum bisu, tak mampu melontarkan kata. Bahkan, saat dia menyuguhkan rasa kekecewaan yang sangat besar kepadaku, tetap saja mulut ini tak dapat berbicara. Sikapkulah yang bertindak membantu, membuktikan setelah aku keluar dari rasa itu kebahagiaan akan sungguh tiba. Berusahalah. Jangan hanya di lisan saja, buktikan dengan tindakan positif dan nyata. Lebih baik satu kata, seribu tindakan daripada seribu kata hanya menghasilkan satu tindakan.


Sekian Cerpen dariku.
Mohon maaf jika terdapat kesalahan dalam penulisan kebahasaan.
Sampai jumpa pada literasi berikutnya.

Pelajar Indonesia Ayo Berkarya


My Profile
Nama : Dwi Rahmayana
Nama pendek : Maya
TTL : Baubau, 17 November 2001
Hobi : Membaca


Komentar

Posting Komentar

Postingan Populer